UtusanIndo.com,(PasamanBarat) – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pembangunan Teluk Tapang Pasaman Barat untuk menopang pelabuhan teluk bayur dalam menyalurkan pengirim barang dan jasa potensi daerah sekitar.
“Kita mempunyai program agar pelabuhan Teluk Tapang kondisinya tegak lurus menuju negara Timur Tengah Arab Saudi,” ujar Wakil Gubernur Nasrul Abit, di Pasaman Barat, 7 Maret 2019.

Menurut, Mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini, pembagunan pelabuhan teluk Tapang bagian dari memajukan dan mengembangkan Kabupaten Pasaman Barat keluar dari daerah tertinggal.
“Kementerian PUPR akan mengucurkan dananya Rp40 miliar dalam pembangunan jalan teluk Tapang sejauh 42 km,” ujar Nasrul Abit.
Dijelaskannya, Tahun 2020 jalan ke teluk Tapang selesai yang nantinya bisa dilewati mobil-mobil angkutan besar.

“Kita menunggu surat dari kementerian perhubungan RI tentang pengelolaan pelabuhan teluk Tapang oleh pelindo II,” ujarnya.
Dikatakan, politisi Partai Gerindra ini, kementerian ESDM bagaimana melihat kondisi teluk Tapang dalam pengadaan air besih dan listrik.
“Potensi air besih 8 km dari lokasi teluk Tapang.Sementara untuk listrik kita akan dialog pihak PT PLN tentang potensi ongkos sawit yang dapat diolah menghasilkan listrik,” katanya.

Untuk diketahui, ada 536.000 ton tangkos sawit per tahun yang diperkirakan dapat menghasilkan 10 megawat listrik. 10 megawat listrik dirasa cukup dalam mendukung operasional di teluk Tapang nantinya.
“Dibangun pabrik sawit olahan turunan CPO, ada batu besi dan potensi lainnya. Kita berharap pada tahun 2021 pelabuhan teluk Tapang telah dapat beroperasional dan dampaknya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” ujar Nasrul Abit mengakhiri sembari tersenyum.( Adv)





