UtusanIndo.com, Padang – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakanSumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 pada 28–30 Agustus 2026 di Grand Ballroom Hotel Pangeran Beach, Padang. Mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future : Mendorong Daya Saing Ekonomi KreatifSumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan TransformasiDigital”, SCF 2026 menjadi flagship event pengembanganekonomi kreatif dan UMKM Sumatera Barat yang mengintegrasikan promosi produk, edukasi, transaksi digital, akses pembiayaan, business matching, dan perluasan akses pasar.
Pembukaan SCF 2026 pada Jumat (28/8) menghadirkan keynote speech Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, yang disampaikan secara virtual, bersama GubernurSumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan Kepala PerwakilanBank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram. Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, buyer, investor, akademisi, asosiasi, komunitas, Generasi Baru Indonesia, media, dan masyarakatumum.
SCF Fair menghadirkan lebih dari 60 UMKM dalam zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk usaha berbasis keberlanjutan. Zona Edukasi turut menghadirkan QRIS Experience, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen, dan ekonomi syariah. SCF turut memfasilitasi business matching pembiayaan kepada UMKM senilai Rp.101.918.811.947,00 yang bertujuan untuk membuka peluang kerja sama usaha bagi pelaku UMKM.
Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 4,54% (yoy). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh Ekspor Luar Negeri yang tumbuh 13,01% (yoy) dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,84% (yoy). Sementara itu, inflasi Sumatera Barat pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,12% (yoy). Perkembangan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kapasitas, produktivitas, akses pasar, dan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
Dengan lebih dari 662 ribu unit UMKM, Sumatera Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas lokal. Potensi tenun, songket, sulaman, kriya, kuliner, kopi, teh, dan produk unggulan lainnya perlu terus ditransformasikan menjadi nilai tambah ekonomi, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi dan Akses Pasar UMKM
Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk naik kelas, Go Digital, dan Go Export melalui penguatan kapasitas, korporatisasi, perluasan akses pembiayaan, serta fasilitasi akses pasar di tingkat daerah, nasional, dan global. Pada Karya Kreatif Indonesia 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026, perwakilan UMKM Sumatera Barat mencatat penjualan lebih dari Rp1 miliar, menunjukkan besarnya peluang produk unggulan daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Transformasi digital menjadi bagian penting dari penguatan tersebut. Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 1,08 juta dengan sekitar 754 ribu merchant, sementara volume transaksi tumbuh 158% (yoy). Digitalisasi diarahkan tidak hanya untuk mempermudah pembayaran, tetapi juga memperkuat pemasaran, pencatatan transaksi, efisiensi usaha, serta akses UMKM terhadap pembiayaan dan pasar.
Melalui SCF Fair, SCF Forum, SCF Competition, sertaentertainment dan cultural performance, SCF 2026 mempertemukan pelaku UMKM dan insan kreatif dengan pasar, buyer, perbankan, investor, dan jejaring usaha. SCF Forum menghadirkan talkshow, workshop, dan business matching dengantema strategis, antara lain literasi dan perencanaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk foto produk, digitalisasidan pelindungan data UMKM, ekspor, ekonomi hijau, kesehatan, ekonomi dan keuangan syariah, serta pengembangan fesyen.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Finance Talks “Cerdas Mengelola Keuangan, Berdaya Menata Masa Depan” bersamaLigwina Hananto; Creative Economy Talks “AI Product Photoshoot for UMKM: Create Easier, Grow Faster” bersamaBhaotsudanco; selain itu juga Digital Talks mengenai digitalisasidan pelindungan data UMKM sinergi BI dan perbankan; forum “Dari Nagari ke Luar Negeri: Mendorong UMKM Nagari Go Export”; business matching ekspor; West Sumatra Coffee Showcase 2026; talkshow ekonomi hijau; “Inspiring Healthy Living with dr. Reisa Broto Asmoro”; talkshow ekonomi dan keuangan syariah “Wajib Halal Oktober”, serta workshop fashion Class Citra Nusa”.
SCF Competition melibatkan masyarakat, komunitas, perbankan, dan pelaku usaha melalui Choir Competition Dharma Wanita Persatuan, lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolahdasar, Bankers Competition, serta Fashion Show CompetitionBadan Kerja Sama Organisasi Wanita. Pertunjukan seni, budaya, dan penampilan musisi lokal maupun nasional turut dihadirkansebagai daya tarik sekaligus sarana promosi ekonomi kreatifSumatera Barat.
Melalui semangat “Dari Nagari untuk Negeri”, Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuatsinergi dalam membawa UMKM dari produk yang baik menjadibisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi. Masyarakat dapat mengunjungiSCF 2026 secara gratis dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatanpada 28–30 Agustus 2026, pukul 08.30–18.00 WIB, di Hotel Pangeran Beach, Padang.
Padang, 28 Agustus 2026
Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
M. Abdul Majid Ikram
Direktur
relis





