UtusanIndo.com, Padang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, dibutuhkan satu strategi bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tangguh dan inklusif tapi juga tidak terlalu terdampak kalau terjadi bencana.
“Memang yang menjadi tantangan kita adalah Sumatera Barat ini secara historis memiliki potensi risiko terdampak dari goncangan-goncangan besar terutama krisis bencana dan juga pandemi yang ini juga berpotensi meninggalkan dampak struktural jangka panjang, ” ujar Majid saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Peluncuran Laporan Perekonomian 2025 di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Bank Indonesia Sumatera Barat, Rabu (28/1/2026).
Menurut Majid , kondisi perekonomian di Sumatera Barat masih mengalami penurunan namun dia berharap kondisi itu tidak terus berlanjut. Ke depan perlu seluruh pihak untuk bersinergi guna menjaga pertumbuhan ekonomi untuk bisa bangkit lagi menuju arah yang sama lah dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Lanjut Majid, melakukan upaya pengkajian dengan melibatkan perguruan tinggi yaitu dari Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang. Kajian difokuskan kepada dua hal yang diindikasikan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap keberlangsungan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.
“Tentu hasil penelitian ini bisa memberikan usulan rekomendasi untuk bisa bagaimana kita mencari strategi percepatan pertumbuhan yang inklusif terutama dari sektor-sektor yang kuat menyerap tenaga kerja termasuk dari UMKM ke depan, ” ujar Majid
Dikatakan Majid, penelitian pertama dengan kajian dampak ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hasil penelitian itu diharapkan mendapatkan gambaran sejauh mana bencana alam memberikan dampak terhadap perekonomian dan langkah-langkah penanganannya menjadi rekomendasi di akhir pnelitian.
“Dari penelitian ini akan dilihat sektor-sektor mana yang paling terdampak dan kira-kira kebijakan apa yang paling efektif untuk mengembalikan dan bahkan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Majid
Yuliadi Chandra WU





