Di Tengah Pandemi, Inilah Strategi dan Inovasi Tingkatkan Migas di Nusantara

UTUSANINDO.COM,(PADANG) – Di tengah Pandemi Covid 19, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Energi Sumber Daya Mineral memilki strategi jangka pendek dan inovasi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya memiliki strategi untuk peningkatan Minyak dan Gas Bumi ( Migas) dalam jangka pendek.Sejumlah strategi disiapkan agar dapat meningkatkan migas Nusantara.

“Kita akan mengoptimalkan lapangan migas belum maksimal terekplor serta mengimplementasikan produksi migas dan melakukan ekploitasi lebih massif,” ujar Arifin Tasrif saat pelatihan khusus untuk media Bisnis proses Minyak dan Gas Bumi melalui daring, Jumat, 2 Oktober 2020.

Menurut Arifin, pihaknya berdasarkan UU tahun 2001 tentang minyak dan gas hulu dan hilir, maka akan terus diebolarasi, agar tercapai maksud dan tujuan kesejahteraan rakyat.

“kita melkaukan pengingkatan usaha hulu Migas dengan proyek strategi Nasional serta pengembangan kilang, dintegrasi Petrokimia, mengurangi impor BBM dan pemanfaatan B30,” ujar Arifin Tasrif dikenal akrab dikalangan wartawan ini.

Lanjut Arifin, sektro LPG, maka diperlukan devisa untuk penggadaan LPG. Optimalkan kompor listrik dan sepeda motor listrik ditunjang melakukan pembangunan terminal LPG.

“Kerena kebutuhan gas bumi cukup besar, melakukan pemasangan pipa di Cirebon dumai, Semarang dan Medan sudah dilakukan dan menjangkau daerah 3 T, terluar, terpencil dan terdalam dengan 37 tenaga penyalur dengan BBM satu harga,” ujar Arifin Tasrif sembari menambahkan harapan dan dukungan media, agar dapat program dapat tersosialisasi kepada masyarakat

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengatakan, untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan kualitas kemerdekaan pers, maka substansi, konteks dan konten dalam bidang Migas harus ditingkatkan.

“Guru atau jurnalis menyampaikan konteks untuk mencerdaskan masyarakat, maka kalau tidak pemberitaan justru akan berakibat pennyesatan,” ujar M . Nuh dalam pelatihan tersebut.

Menurut M. Nuh, wartawan memiliki peran strategis untuk mengelorakan semangat protokol kesehatan Covid 19 dan wartawan dalam pengambilan keputusan harus berdasarkan kemampuan dan terus diasah dan pers harus menjadi engine perubahan.

“Esensi kehidupan adalah belajar dan belajar untuk meningkatkan kemampuan agar berkembang dan berkembang.Pers harus menjadi penyubur tumbuhnya dan modalitas kecerdasan menuju kejayaan Indonesia,” ujar M . Nuh dengan materi berjudul Meningkatkan Kualitas Jurnalis dan Kemerdekaan Pers.

Lanjut M. Nuh, pelatihan ini akan memberikan dampak luar biasa pada kompetensi jurnalis, maka Dewan Pers menyampaikan terima kasih kepada Aspermigas dan JSK Petroleum Academy atas kerja samanya dalam rangka meningkatkan kompetensi wartawan.

Ketua Umum Aspermigas John S. Karamoy mengatakan, pihaknya mengapresiasi peserta, karena  jumlah peserta lebih 116 wartawan dari seluruh nusantara. Pria yang juga komisaris utama JSK Petroleum

“Pemateri ini, mereka mahir dan memiliki keahlian, baik teknis (engineering) maupun yang bersifat umum seperti manajemen perusahaan (corporate),” ujar John S Karamoy.

 Menurut Jhon, media sebagai institusi penting untuk menyebarkan informasi. Juga dapat menjembatani pemangku kepentingan, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat.

”Kegiatan hulu migas wajib dipublikasikan oleh media secara akurat, mudah dimengerti dan diterima sebagai informasi yang berbobot dan bermanfaat kepada masyarakat luas,” ujar Jhon S Karamoy dengan semangat.

Kemudian pengurus Aspermigas, Moshe Rizal mengatakan, pihaknya berharap pengalaman dan pengetahuan yang diberikan di pelatihan ini berguna untuk menciptakan berita yang informatif dan menarik bagi masyarakat.

”Acara ini semata-mata dipersembahkan bagi awak media dari kami untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang migas,” ujar Moshe

Menurut Moshe,tiga poin utama Asparmigas tolong difasilitasi EOR, peran perusahaan Nasional dari Asparmigas dari lapangan belum dimanfaatkan di daerah dan perusahaan Nasional untuk membuka kilang minyak, tapi kendala dari Pertaminalah yang membeli minyak dari produksi minyak dari perushaan lokal

“Kita terbuka dengan Pertamina untuk membantu persiapan menyiapkan BBM di Indonesia, Pemerintah perlu Inovasi, subsidi pemerintah dari awal, produksi mahal di ekplorasi dengan mengurangi biiaya ekplorasi dan pembebasan lahan jadi kendala bagi investor, maka pemerintah diminta bantu fasilitasi pembebasan lahan,” ujar Moshe mengakhiri sembari tersenyum

Adapun pelatihan gelombang kedua itu digelar selama dua hari. Pada hari pertama menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speaker). Yakni, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, serta John S. Karamoy selaku ketua umum Aspermigas dan Komisaris Utama JSK Petroleum Academy.

Dilanjut dengan pemaparan materi pelatih (trainer). Pada hari pertama menghadirkan Presiden Direktur PT RTG Lead Trainer Oil & Gas Moch. Abadi dan Ex-Senior Economist Lemigas, private equity advisory, Silambi Palamba.

Pada hari kedua, Sabtu (3/10) dibuka dengan sambutan John S. Karamoy. Dilanjutkan dengan pidato kunci Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono.

Pelatihan oleh Direktur PT SPAB dan PT Amaranz Energy Indonesia Ex-Direktur Medco Energi Pudjo Suwarno serta Direktur Operasional PT RTG, Sekjen Aspermigas, private equity advisory Moshe Rizal dan diselengi kuis berhadiah dan peserta diberikan sertifikat dan pulsa pengganti paket data. (chan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *