UTUSANINDO.COM, (PADANG) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PPProvinsi Sumatera Barat Dedy Diantolany mengatakan, pihaknya semasa penanganan Covid-19 sejak 16 Maret- 2 April di Bandara Internasional Minangkabau telah menyiapkan anggota Satpol PP Sumbar sebanyak 20 orang. Bertujuan untuk mengawasi orang masuk dan mencatat kemana tujuan orang yang datang di Sumatera Barat.

Kemudian pelaksanaan PSBB, pihaknya melakukan pengurangan anggota di lokasi bandara, tetapi tetap masih ada sampai sekarang anggota Satpol PP Sumbar di BIM.
“Kita memang diberi tugas oleh pak Gubernur Sumbar untuk mengkoordinir pengawasan orang masuk di bandara yang dikerjasamakan dengan Pemprov Sumbar, Angkasa Pura II, Otoritas Bandara, dan Lanud dibawah koordinasi kita juga sekarang,” ujar Dedy di ruang kerjanya, Jumat, 7 Agustus 2020.
Menurut Dedy, dari sisi pemerintahan daerah dikordinator oleh Satpol PP Sumbar di bandara. Satu sif dua orang jadi empat orang satu hari.
Diwajibkan Swab semenjak 1 Agust 2020 ASN Pemprov, BUMD, BUMN saat masuk Sumbar selesai melaksanakan tugas luar.
“Kita berharap juga untuk penumpang umum di bandara bertujuan pariwisata ke Sumatera Barat ikut di swab, supaya betul- betul masuk Sumbar dalam kondisi sehat,” ujar Dedy salah seorang putra terbaik Kota Solok ini.

Lanjut Dedy, Satpol PP Sumbar juga melakukan pengawasan orang masuk melalui jalur darat ada tujuh titik di daerah Beringin kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Dharmasraya, Kamang Baru Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok Selatan, dan Tanjung Balik Kabupaten 50 Kota serta dua titik di pelabuhan Muaro Padang dan Pelabuhan Bungus.
“Kita semua harus memperhatikan protokol kesehatan. Antisipasi protokol kesehatan di setiap kegiatan, harus ada kepastian negatif/positif,” ujar Dedy merupakan Ketua Paguyuban Warga Solok ini.
(Chan)





