Video Conference Dengan Mendagri, Nasrul Abit: Situasi Masih Kondusif

UtusanIndo.com,(Padang)- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pihaknya menilai saat ini kondisi Provinsi Sumbar masih kondusif.Situasi yang nyaman ini terus terjaga hingga tahapan Pemilu serentak berakhir.

“Tampaknya kondisi Sumbar dalam keadaan aman dan terkendali,situasi ini diharapkan tetap terjaga disetiap proses Pemilu serentak 2019,”ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit dalam acara dalam video conference di Padang, Rabu,10 April 2019.

Menurut Mantan Bupati dua periode Pesisir Selatan ini, kekurangan logistik Pemilu menjadi pembahasan yang disampaikan Pemprov Sumbar bersama unsur penyelenggara.

“Berdasarkan catatan KPU Sumbar, masih ada kekurangan logistik berupa surat suara mencapai 272.662 lembar. Kemudian kekurangan bilik suara 1014 unit.Kita tuntaskan secepatnya. Surat suara harus segera didistribusikan. Begitupula bilik suara yang masih kurang 1014 unit. Rincinya di Kota Padang Panjang 150, dan Kabupaten Pasaman 864,” ungkap Wagub Sumbar Nasrul Abit, ketika menyampaikan laporan pada Kementerian Dalam Negeri.

Dijelaskannya, surat dan bilik suara yang masih dibutuhkan merupakan logistik pengganti. Sebab logistik yang sudah dikirim sebelumnya mengalami kerusakan. Misalnya, ada yang robek, terdapat bercak tinta, hingga warna tidak sesuai.

“Dari hasil sortir didapatilah logistik yang rusak. Sebagian sudah dikirim, namun masih ada yang kurang. Ini yang kita tunggu. Kalau KPU berharap H min 5 sebelum pencoblosan, kekurangan logistik itu sudah tuntas,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, Kepala Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen mengungkapkan, dari hasil pemutakhiran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis Bawaslu RI pada 9 April kemarin, tingkat kerawanan pemilu di Sumbar masih berada di peringkat ke tiga daerah paling rawan Pemilu di Indonesia.

“Indeks kerawanan itu bukan dilihat dari berapa kasus yang ditangani Bawaslu. Namun, saya lihat ini berdasarkan penghimpunan data dari masing-masing daerah dan evaluasi pemilu sebelumnya serta pilkada yang dilaksanakan terakhir di Sumbar. Kemudian berapa indikator lainnya,” katanya.

Dilanjutkannya, sebenarnya IKP membantu Bawaslu dalam menentukan pengawasan guna memetakan potensi permasalahan. Maka, untuk itu pesiapan menjelang hari pemungutan suara akan meningkatkan kapasitas pengawas TPS dengan melakukan bimbingan teknis.

“Kita akan melakukan pengawasan disetiap kabupaten dan kota menjelang pemungutan dan perhitungan suara. Ini merupakan upaya kita memastikan proses pemilu yang jujur dan adil,” tukasnya.

Lebih lanjut kata Surya, jumlah temuan dan laporan yang diproses Bawaslu Sumbar, ada 37 temuan dan 50 laporan. Dari temuan dan laporan itu, ada 18 dugaan pelanggaran pidana dari temuan dan  24 dugaan pidana dari laporan.

“Sudah ada dari temuan dan laporan itu yang diproses. 6 putusan yang dikeluarkan pengadilan 4 sudah inkrah dan 2 sedang banding dipengadilan tinggi,” pungkasnya.(ptp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *