Gubernur Sumbar Buka Diklat P2K2 FDS Pendamping PKH Wilayah Regional I Sumatera

(Padang) – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka secara resmi Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)/Family Development Session (FDS) pendamping PKH dari 8 provinsi wilayah Regional I Sumatera di Imelda Hotel, Padang, Rabu, 20 Maret 2019, malam.

“Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan dari Kementrian Sosial RI membantu orang miskin secara tuntas tidak kasih ikan tapi pancing,”ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Menurut Irwan Prayitno,Program
Membuat mereka berdaya dan mampu sehingga dia bisa mandiri,sehingga keluarlah dari kemiskinan.

“Kalau kita hanya kasih- kasih ikan, kemiskinan tetap kemiskinan jadi dia hanya dapat sebentar, besok tidak lagi, nah ini diberdayakan,” kata Irwan Prayitno.

Dikatakan, Irwan Prayitno,program PKH yang tepat sasaran
Pemerintah tidak mampu memantau daerah terpelosok, mungkin di daerah tersebut masyarakat miskin
Program ini dapat dirasakan masyarakat, yaitu mengatasi pengangguran, miskin dan kurang gizi.

“Kita mengharapkan masyarakat dapat keluar dari lingkaran setan, pendidikan rendah, mungkin dipelosok sulit tidak memiliki kemampuan untuk bekerja sehingga tidak dapat memberdayakan kemampuan yang ada,” katanya.

Dijelaskan, Irwan Prayitno, pendidikan, kesehatan, pangan, kesehatan, usia 60 tahun yang kendala terbatas fisik dan kemiskinan kronis yang diberikan dalam bentuk program PKH.

” Saat ini kemiskinan sudah satu dijit di Indonesia, pemerintah sudah mampu mengatasi kemiskinan,” katanya.

Kepala Balau Regional Sumatera
Soerjo Darsono mengatakan, Diklat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan para pendamping PKH dalam penyelenggaraan dibidang pendidikan ekonomi, kesehatan,perlindungan anak dan kesejahteraan sosial para penyandang disabilitas serta lanjut usia.

“Kita menggelar diklat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pendamping PKH,” katamya.

Dikatakannya, peserta pendamping PKH memiliki beban yang berat dalam mensosialisasikan program PKH.

“Merubah prilaku, kesejahteraan sosial masyarakat yang diramu dalam pelaksanaan diklat.
E daring, kegiatan dilakukan secara gabungan atau e daring. 282 peserta putaran empat,kegiatan dilaksanakan 10 hari untuk pelaksaan diklat pendamping PKH
regional I Sumatera yang diikuti peserta dari Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Riau, Propinsi Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Propinsi Jambi, dan Propinsi Bengkulu.(can)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *