UtusanIndo.Com, (Arosuka) – Kadis Pertanian kabupan Solok, Admaizon , mengatakan, setidaknya bertambah populasi sapi menjadi 150 ekor yang berasal dari para pejabat (selaku pemilik) yang terdiri dari mulai para staf ahli, asisten, para kepala dinas, sekretaris, kepala bidang, kepala bagian serta camat se Kabupaten Solok. Program sapi SIAP atau singkatan sapi investasi aparatur pejabat yang dicanangkan Bupati Gusmal, ternyata telah dipraktekkan langsung oleh kalangan internal pejabat di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Solok.
“Program ini bertujuan meningkatkan produksi peternak. Sehingga melalui program ini diharapkan kelompok peternak dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan perekonomian, Kami telah mencoba dulu sapi SIAP di intern kami. Punya saya ada empat ekor dan ibu An (panggilan Sekretaris Dinas Pertanian-red) ia lebih banyak dari saya. Waktu penjualan kemarin ada untung, saya tambah seekor lagi. Kandang saya bergabung sama buk An”,kata Kadis Pertanian Ir.H.Admaizon didampingi Kabid Peternakan Muhammad Topan mengakui, bahwa prospek sapi SIAP sangat bagus.
kepada UtusanIndo.Com di ruang kerja, Rabu sore, 26 Desember 2018.
“Saya sengaja berinvestasi sedikitnya lima ekor, kisaran Rp100 juta. Rinciannya seekor seharga Rp.15 juta dan biaya pakan per ekor Rp.5 juta hingga siap dijual lagi (panen-red)”,papar Topan.
Dijelakan Topan, kalau dahulukan sapi betina produksi, dapat anak yang dibagi sama penggembala dan itu pun sampai setahun. Tapi sekarang sapi jantan penggemukan (kremant), cukup empat bulan memang dibutuhkan dagingnya, yang diprediksi bisa naik berat badannya 1,3 Kg perhari.
“Makannya dibelikan, kerjanya makan melulu, selain itu juga diselingi makan tambahan seperti jerami atau rumput. Saat pembelian sapi dilakukan kontrak dengan penjual. Sapi pun diansuransikan, sehingga ada proteksi kematian, kehilangan yang tidak merugikan peternak atau pemilik. Sampai-sampai pangsa pasar telah dilakukan MoU langsung, tatkala sapi dibeli, pakan dibeli, layaknya peternak ayam DOC (ayam potong)”,tutur Topan serius.
Pasca launching program sapi SIAP pada Kamis, (29/11) oleh Bupati Solok Gusmal, bertempat di Ruang Solok Nan Indah, Arosuka, kata bupati, berdampak besar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, potensi peluang lapangan pekerjaan, serta populasi hewan buat masyarakat di Kabupaten Solok.
Lebih dari itu mendukung visi misi dinas pertanian dalam mewujudkan petani sebagai pelaku usaha serta mengantisipasi terjadinya penurunan populasi ternak sapi di Kabupaten Solok yang juga berdampak penurunan produksi daging.
“Dengan program sapi SIAP ini dapat membantu para peternak dalam meningkatkan pendapatannya. Kepada para pejabat Kab. Solok agar serius dalam mensukseskan program ini”,ajak bupati saat itu juga dihadiri Kepala Bank Nagari Cabang Solok, Banteng Dono Sadiro dan Ketua Kelompok Peternak Lembu Makmur Popy Irawan.
Kemudian, untuk pemberdayaan peternak, merupakan segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah di bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk meningkatkan kemandirian, memberikan kemudahan dan kemajuan usaha serta meningkatkan daya saing dan buat kesejahteraan peternak itu sendiri. (ril)





