UtusanIndo.com,JAKARTA – Isu mengenai “pembersihan” Polri loyalis Joko Widodo dan Listyo Sigit yang di sebut sebut Geng Solo mencuat setelah adanya mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Jenderal Pol Sayudi Ario Seto setelah diangkat Presiden Prabowo Subianto jadi Kapolri, Kamis, 1 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta.
Dalam satu Minggu ini sudah dua kali melakukan mutasi besar besaran dari PJU Mabes Polri, Kapolda, Wakapolda, para Direktur di tingkat Mabes dan Polda hingga Kapolres digusur dengan perwira seangkatan dan dibawah angkatan Sayudi, alumni Akpol 1994
Menurut alumni Lemhannas PPSA 18, Mursyid Sonsang, sangat tepat yang dilakukan Jenderal Sayudi itu, sebagai Kapolri baru alumni Akpol 1994, akan lebih mantap memberi perintah dan koordinasi ke yunior dari pada ke senior. Kita ketahui para PJU Mabes Polri dan Kapolda di dominasi angkatan Sigit Akpol 1991 dan diikuti Akpol 92 dan 93.
Selain faktor psikologis itu juga memberi kesempatan kepada perwira perwira yang kinerjanya bagus tapi tidak dapat jabatan strategis selama Sigit jadi Kapolri atau perwira perwira yang tidak masuk gang Solo.
” Kan kita dengar isu yang hingga kini tidak dibantah, bahwa gang solo itu memang ada. Kapolres yang pernah bertugas di Solo atau Surakarta serta pernah jadi ajudan Jokowi karirnya cepat naik,” jelas Wartawan Senior ini.
Gebrakan yang dilakukan Jenderal Sayudi, seminggu jadi Kapolri sangat mantap dan pantas di apresiasi. Memberikan harapan optimis terwujudnya tagline Polisi Bersama Masyarakat
Gebrakan Pertama : Melakukan mutasi dengan cepat, agar roda organisasi berjalan cepat. Diperlukan tim yang solid mulai dari Mabes hingga Kapolres. Untuk mewujudkan program 100 harinya.
Gebrakan Kedua : Sewaktu terjadi aksi buruh di Jakarta, Jenderal Sayudi menemui langsung massa aksi buruh yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.
Aksi turun langsung ke lapangan ini merupakan penampilan perdana Jenderal Suyudi di hadapan publik setelah dirinya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menaiki Motor Patroli: Sebelum berdialog dengan para pengunjuk rasa, Kapolri menaiki sepeda motor patroli untuk menuju lokasi di depan Gedung DPR RI. Menyempatkan diri menyapa serta menyemangati para anggotanya yang sedang bertugas menjaga keamanan.
Sayudi juga memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh massa buruh karena telah menyampaikan aspirasi mereka dengan sangat aman, tertib, damai, dan kondusif.
Gebrakan Ketiga : Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bertindak sebagai khatib dalam ibadah shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dalam khutbahnya Sayudi menyampaikan pesan untuk dirinya dan seluruh personil Polri
agar selalu rendah hati, tidak sombong, serta tidak merasa lebih hebat dari orang lain.
” Kalau pesan ini bisa dilaksanakan oleh personil Polri dari jenderal hingga brigadir polisi, apa yang diidamkan Sayudi Polisi Bersama masyarakat akan terwujud,” ujar salah satu pendiri SMSI dan JMSI ini





