Mohamad Abdul Majid Ikram: Kredit Perbankan Sumbar Alami Kontraksi

UtusanIndo.com, Padang – Mohamad Abdul Majid Ikram kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengatakan, Per November 2025, kredit perbankan Sumatera Barat mengalami kontraksi di tengah meningkatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Hal ini terjadi baik pada sektor korporasi maupun rumah tangga. Risiko kredit sedikit meningkat namun tetap terjaga, tercermin dari rasio NPL di bawah nilai threshold 5 persen,” ujar Mohamad Abdul Majid Ikram saat Media briefing overview perekonomian 2025 dan outlook perekonomian 2026 di Restoran Padang Old Town, Senin, 5 Januari 2026.

Menurut Abdul Majid Ikram, Secara umum, kinerja pembiayaan perbankan Sumatera Barat tahun 2025 mengalami penurunan di tengah peningkatan DPK, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diprakirakan melambat.

“Risiko pembiayaan secara keseluruhan mengalami peningkatan, namun tetap terjaga di bawah nilai threshold 5%. Kredit rumah tangga Sumatera Barat tahun 2025 tumbuh melambat di tengah akselerasi pertumbuhan DPK, mengindikasikan perilaku masyarakat yang menahan konsumsi. Risiko kredit tetap terjaga, meskipun rasio NPL mengalami sedikit peningkatan,” ujar Abdul Majid Ikram

Lanjut M Abdul Majid Ikram, perbankan  pertumbuhan kredit korporasi tahun 2025 mengalami kontraksi, mencerminkan rendahnya permintaan pembiayaan dari pelaku usaha. Risiko kredit sedikit meningkat, tercermin dari rasio NPL yang lebih tinggi, meskipun masih di bawah nilai threshold 5 persen.

“Kredit rumah tangga Sumatera Barat tahun 2025 tumbuh melambat di tengah akselerasi pertumbuhan DPK, mengindikasikan perilaku masyarakat menahan konsumsi.Risiko kredit tetap terjaga, meskipun rasio NPL mengalami sedikit peningkatan,” ujar M Abdul Majid Ikram

Dikatakan M Abdul Majid Ikram, Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2025 diprakirakan melambat pada rentang 3,33-4,13% (yoy), terutama dari terbatasnya belanja pemerintah dan tertahannya konsumsi masyarakat yang tertranslasikan ke dalam penurunan kinerja sektor konstruksi, perdagangan, dan transportasi pergudangan.

“Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2026 diprakirakan akan meningkat pada rentang 3,77-4,57% (yoy) didorong oleh berbagai upaya pemulihan pasca bencana, seiring dengan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang diperkirakan lebih tinggi,” ujar M Abdup Majid Ikram

Yuliadi Chandra WU

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *