UtusanIndo.com, Tanah Datar- Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Barat Dandy Indarto Seno mengatakan, digitalisasi jadi pilihan logis mendorong ekonomi melalui jalur produktifitas d.h.i. Dogitalisasi sistem pembayaran menjadi entry poin sekaligus perekat transformasi EKD.
“Di Era digital, sistem pembayaran telah berperan untuk transaksi ekonomi di berbagai sektor, mulai dari pasar barang hingga pasar keuangan. Transformasi digital berlangsung empat tahun terakhir melalui implementasi BSPI 2025 membuat adopsi transaksi digital tumbuh pesat,” ujar Dandy saat Capacity Building Media Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis, 20 November 2025.
Menurut Dandy, capaian tiga inisiatif utama BI SNAP, BI-FAST, dan QRIS seluruhnya mencatat pertumbuhan volume transaksi tahunan di atas 49 persen.Pengguna dan merchant QRIS meningkat signifikan secara nasional, sementara merchant QRIS di Sumbar mencapai 658.439, atau 144,24 persen dari target 2025.
“Volume transaksi juga menembus 44,09 juta transaksi, setara 110,59 persen dari target,” ujar Dandy
Lanjut Dandy, peran QRIS telah menjadi game changer, karena menyatukan ekosistem pembayaran sebelumnya terfragmentasi.
“QRIS membuat pembayaran lebih cepat, mudah, aman, dan efisien. Satu kode dapat digunakan banyak aplikasi, sehingga ekosistem semakin inklusif,” ujar Dandy
Selain peningkatan adopsi, BI mendorong inovasi lanjutan seperti QRIS Antarnegara, QRIS Tuntas (tarik tunai, transfer, setor), dan QRIS Tap berbasis NFC yang akan diterapkan di moda transportasi pada 2025.
Di tingkat regional, Sumbar juga menunjukkan pertumbuhan transaksi e-commerce, meski pola pembayaran masih didominasi COD dan transfer bank.
Meski progres signifikan terlihat, Dandy mengingatkan masih adanya tantangan, terutama terkait kesenjangan literasi dan inklusi keuangan (SNLIK 2024), kebutuhan penguatan infrastruktur, serta interlink bank–nonbank.
BI terus memperluas edukasi perlindungan konsumen melalui program PeKA (Peduli, Kenali, Adukan).
“Transformasi ekonomi dan keuangan digital hanya dapat berhasil dengan sinergi bersama pemerintah daerah, industri, dan masyarakat. Perluasan QRIS dan kanal digital menjadi kunci percepatan produktivitas,” ujar Dandy mengakhiri sembari tersenyum .
penulis : Yuliadi Chandra





