UTUSANINDO.COM,(PADANG) – Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit meminta masyarakat untuk menghadapi gangguan dari luar dengan tenang dan bijak, jangan sampai terpancing apalagi terpecah belah,” kata Nasrul di Padang, Selasa, (6/6/2017).
Ia menambahkan hal itu terkait wacana persekusi yang disampaikan seorang dokter RSUD Solok saat muncul dalam sejumlah media nasional, kemudian hasil survey salah satu lembaga survey yang menyimpulkan Suku Minang cenderung memandang positif ISIS dan HTI.
Menurutnya terkait persoalan dokter RSUD yang mengaku mendapatkan tindakan persekusi, sebenarnya sudah diselesaikan secara persuasif dengan musyawarah dan mufakat.
Cara itu dinilai tepat dan lazim dilakukan karena sesuai dengan budaya dan kearifan lokal yang ada di Sumbar.
Namun persoalan yang telah selesai itu ternyata diungkit lagi oleh sang dokter saat sudah berada di Jakarta. Efeknya, keadaan Kota Solok secara khusus dan Sumbar secara umum seolah-olah tidak aman lagi.
“Padahal kita di Sumbar tidak ada masalah. Soal keamanan, Polda Sumbar juga telah menjamin,” ujarnya.
Sementara terkait kesimpulan salah satu lembaga survey yang mengatakan suku Minang cenderung memandang positif ISIS dan HTI, ia mengatakan silahkan saja.
Namun ia menyebutkan warga Sumbar relatif berfikir logis sehingga paham-paham radikal sulit untuk berkembang(m)





