Sektor Keuangan Tetap Kokoh, Ekonomi Sumatera Barat Terus Bertumbuh

UtusanIndo.com,Padang, 7 Agustus 2026. Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan PDRB Sumatera Barat triwulan II-2026 (yoy) sebesar 4,54 persen yang menunjukkan keberlanjutan pemulihan ekonomi.

Perkembangan Sektor Perbankan Sumatera Barat

Total aset perbankan pada posisi Juni 2026 adalah sebesar Rp88,20 triliun atau tumbuh sebesar 4,72 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), dengan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen (yoy).

Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp65,55 triliun atau tumbuh sebesar 13,02 persen (yoy). Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,87 persen, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,65 persen.

Penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,17 triliun, terkontraksi sebesar 1,44 persen (yoy) atau 40,11 persen dari total kredit.

Perbankan syariah pada posisi Juni 2026 memiliki total aset sebesar Rp15,14 triliun, atau tumbuh sebesar 10,91 persen (yoy) dengan total penghimpunan DPK sebesar Rp11,62 triliun atau tumbuh sebesar 6,70 persen (yoy), dan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen (yoy). Risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio NPF 1,94 persen, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,58 persen.

 

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) baik konvensional maupun syariah pada posisi Juni 2026 juga tumbuh dengan baik. Total aset sebesar Rp3,04 triliun atau tumbuh 6,34 persen (yoy), dengan total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp2,21 triliun atau tumbuh 7,05 persen (yoy), dan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp2,27 triliun atau tumbuh 1,62 persen (yoy), dengan 71,15 persen merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *